Lewati ke konten
Kemarau & Kekeringan · Diperbarui 19 Oct 2026

Kemarau panjang membawa krisis air bersih, gagal panen, gangguan kesehatan, dan kebakaran lahan. Kenali tanda-tandanya dan siapkan keluarga sejak awal.

Kekeringan datang perlahan, tidak seperti gempa atau banjir. Karena itu sering terlambat disadari. Saat fenomena El Niño atau IOD positif aktif, musim kemarau di sebagian besar Indonesia bisa lebih kering dan lebih panjang dari biasanya.

Memahami istilahnya

  • Hari Tanpa Hujan (HTH): jumlah hari berturut-turut dengan curah hujan kurang dari 1 mm. BMKG mengelompokkannya dari *sangat pendek* (1–5 hari) hingga *kekeringan ekstrem* (lebih dari 60 hari).
  • Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis BMKG diterbitkan per dasarian (10 hari): Waspada, Siaga, dan Awas, berdasarkan HTH dan peluang hujan rendah ke depan.
  • Kekeringan meteorologis biasanya disusul kekeringan pertanian (tanah kering, tanaman layu) lalu kekeringan hidrologis (sumur, mata air, dan sungai menyusut).

Sebelum kemarau puncak

  • Pantau informasi musim dari BMKG dan status kemarau di wilayah Anda
  • Perbaiki talang dan siapkan wadah penampung air hujan tertutup selagi masih ada hujan
  • Bersihkan dan dalamkan sumur, embung, atau bak penampungan bersama warga
  • Petani: sesuaikan jadwal tanam dengan prakiraan musim, pilih varietas berumur pendek atau tahan kering, dan diskusikan dengan penyuluh pertanian

Saat kekeringan

  • Utamakan air untuk minum dan memasak. Gunakan ulang air bekas cucian sayur atau wudu untuk menyiram tanaman dan menggelontor kloset
  • Perbaiki keran dan pipa yang bocor; mandi dengan gayung lebih hemat daripada pancuran
  • Rebus air sampai mendidih. Air yang kurang bersih saat kemarau sering memicu diare dan penyakit kulit
  • Minum cukup air, hindari aktivitas berat di bawah terik siang, dan perhatikan bayi, lansia, serta ternak
  • Bila sumber air habis, hubungi pemerintah desa atau BPBD untuk bantuan droping air bersih

Kemarau dan kebakaran

Vegetasi dan lahan gambut yang kering sangat mudah terbakar. Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan api, jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan segera laporkan bila melihat api.

Pantau status kemarau per kabupaten/kota di halaman Kemarau Mitigasi.com, dan laporkan krisis air bersih atau gagal panen di wilayah Anda melalui menu Lapor.