Langkah pertolongan pertama yang paling sering dibutuhkan sebelum petugas medis datang: perdarahan, patah tulang, luka bakar, dan tenggelam.
Pertolongan pertama bukan pengganti perawatan medis, tetapi bisa menyelamatkan nyawa dalam menit-menit awal. Selalu pastikan lokasi aman bagi Anda sebelum menolong, lalu hubungi 112.
Prioritas memeriksa korban
- Apakah korban sadar dan bisa menjawab?
- Apakah korban bernapas normal?
- Apakah ada perdarahan hebat?
Perdarahan
- Tekan langsung luka dengan kain bersih dan tahan terus; jangan dilepas untuk diperiksa
- Bila darah merembes, tambahkan kain di atasnya tanpa mengangkat kain pertama
- Tinggikan bagian yang luka bila tidak ada patah tulang
Dugaan patah tulang
- Jangan meluruskan tulang yang bengkok
- Imobilisasi dengan bidai seadanya (papan, kardus, atau gulungan koran) yang melewati sendi di atas dan di bawah bagian yang patah
- Jangan memindahkan korban dengan dugaan cedera leher atau punggung kecuali ada bahaya langsung seperti api atau bangunan akan runtuh
Luka bakar
- Alirkan air bersih bersuhu biasa (bukan es) selama 20 menit
- Lepaskan cincin atau jam tangan sebelum membengkak; jangan melepas pakaian yang menempel di luka
- Tutup longgar dengan plastik bersih; jangan mengoleskan pasta gigi, mentega, atau kecap
Korban tenggelam atau tidak bernapas
- Bila korban tidak bernapas normal, minta orang lain menelepon 112, lalu lakukan pijat jantung: tekan kuat dan cepat di tengah dada sekitar 100–120 kali per menit
- Bila terlatih, berikan 2 napas buatan setiap 30 tekanan
- Lanjutkan sampai korban bernapas atau petugas datang
Siapkan sebelum bencana
Simpan kotak P3K berisi kasa, plester, perban elastis, gunting, sarung tangan, dan cairan antiseptik di tas siaga. Ikuti pelatihan pertolongan pertama dari PMI atau puskesmas setempat.