Lewati ke konten
0
Wilayah potensi tinggi
10
Wilayah potensi menengah
16
Kabupaten/kota di zona bahaya tinggi
40 mm
Hujan harian terlebat 3 hari ke depan · Kab. Langkat
Status di halaman ini adalah indikasi yang dihitung otomatis dari zona bahaya longsor InaRISK dan prakiraan hujan model cuaca. Rujukan resmi adalah prakiraan wilayah potensi gerakan tanah bulanan PVMBG, Badan Geologi, serta arahan BPBD setempat.
Lihat seluruh Indonesia

Peta potensi gerakan tanah

Potensi tinggiPotensi menengahPotensi rendahPotensi sangat rendah Zona bahaya InaRISK rendah–tinggi Laporan warga

Titik diletakkan di bagian wilayah dengan bahaya longsor tertinggi, tempat curah hujan dihitung. Klik titik untuk detail. Arsiran zona bahaya bisa dimatikan di pojok kanan atas peta.

Kabupaten/kota rawan di Sumatera Utara

Grafik batang: hujan harian 3 hari terakhir dan prakiraan 3 hari ke depan (biru muda) di bagian wilayah yang paling rawan longsor.

Kabupaten/kotaPotensiZona bahayaHujan 3 hari laluHujan maks. 3 hari ke depanHujan harian
Kab. Langkat Menengah Tinggi
31% wilayah bahaya tinggi
42 mm 40 mm
Sedang
Kab. Nias Menengah Tinggi
39% wilayah bahaya tinggi
53 mm 33 mm
Sedang
Kab. Samosir Menengah Tinggi
45% wilayah bahaya tinggi
23 mm 29 mm
Sedang
Kab. Nias Barat Menengah Tinggi
30% wilayah bahaya tinggi
54 mm 26 mm
Sedang
Kab. Toba Menengah Tinggi
58% wilayah bahaya tinggi
47 mm 23 mm
Sedang
Kab. Karo Menengah Tinggi
51% wilayah bahaya tinggi
50 mm 23 mm
Sedang
Kab. Labuhanbatu Utara Menengah Tinggi
31% wilayah bahaya tinggi
55 mm 20 mm
Sedang
Kab. Pakpak Bharat Menengah Tinggi
65% wilayah bahaya tinggi
74 mm 17 mm
Ringan
Kab. Nias Selatan Menengah Tinggi
44% wilayah bahaya tinggi
53 mm 15 mm
Ringan
Kab. Tapanuli Tengah Menengah Tinggi
47% wilayah bahaya tinggi
54 mm 12 mm
Ringan
Kab. Humbang Hasundutan Rendah Tinggi
50% wilayah bahaya tinggi
48 mm 20 mm
Ringan
Kab. Mandailing Natal Rendah Tinggi
40% wilayah bahaya tinggi
33 mm 16 mm
Ringan
Kab. Dairi Rendah Tinggi
49% wilayah bahaya tinggi
39 mm 16 mm
Ringan
Kab. Tapanuli Utara Rendah Tinggi
50% wilayah bahaya tinggi
31 mm 15 mm
Ringan
Kota Padang Sidempuan Rendah Tinggi
38% wilayah bahaya tinggi
46 mm 13 mm
Ringan
Kab. Tapanuli Selatan Rendah Tinggi
66% wilayah bahaya tinggi
48 mm 10 mm
Ringan
Kota Gunungsitoli Rendah Menengah
29% wilayah bahaya tinggi
61 mm 35 mm
Sedang
Kab. Nias Utara Rendah Menengah
23% wilayah bahaya tinggi
84 mm 30 mm
Sedang
Kab. Deli Serdang Rendah Menengah
11% wilayah bahaya tinggi
38 mm 25 mm
Sedang
Kab. Asahan Rendah Menengah
11% wilayah bahaya tinggi
40 mm 24 mm
Sedang
Kab. Simalungun Rendah Menengah
19% wilayah bahaya tinggi
41 mm 24 mm
Sedang
Kota Sibolga Rendah Menengah
0% wilayah bahaya tinggi
64 mm 22 mm
Sedang
Kab. Padang Lawas Sangat rendah Menengah
29% wilayah bahaya tinggi
46 mm 19 mm
Ringan
Kab. Padang Lawas Utara Sangat rendah Menengah
27% wilayah bahaya tinggi
45 mm 9 mm
Ringan

Laporan warga: tanah longsor (30 hari)

Belum ada laporan longsor yang terverifikasi. Melihat retakan tanah, tebing runtuh, atau longsor di sekitar Anda? Laporkan di sini.

Kenali tanda dan selamatkan diri

Tanda awal gerakan tanah

  • Muncul retakan baru di tanah, dinding, atau lantai rumah; retakan makin lebar setelah hujan.
  • Pohon, tiang listrik, atau pagar miring; pintu dan jendela tiba-tiba sulit dibuka.
  • Mata air baru muncul atau air sumur dan rembesan lereng mendadak keruh.
  • Terdengar suara gemuruh atau kerikil berjatuhan dari tebing.

Saat hujan deras berjam-jam

  • Bila tinggal di lereng atau di bawah tebing, mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
  • Jauhi lembah sungai di kaki bukit: longsor bisa membendung sungai lalu jebol menjadi banjir bandang.
  • Hindari melintasi jalan di tebing curam saat dan sesaat setelah hujan lebat.

Kurangi risiko

  • Jangan memotong lereng tegak lurus atau membuat kolam dan sawah di atas lereng curam.
  • Tanam pohon berakar dalam, buat saluran air agar air hujan tidak meresap ke lereng.
  • Laporkan retakan baru ke pemerintah desa atau BPBD; hubungi 112 bila terjadi longsor.

Baca panduan: Gerakan Tanah: Kenali Tanda-tanda Longsor dan Cara Menyelamatkan Diri, Menghadapi Banjir dan Tanah Longsor

Arti tingkat potensi (PVMBG)

TinggiGerakan tanah dapat terjadi bila curah hujan di atas normal; gerakan tanah lama dapat aktif kembali
MenengahGerakan tanah dapat terjadi, terutama di lembah sungai, tebing jalan, atau lereng yang terganggu
RendahJarang terjadi gerakan tanah, kecuali pada lereng yang terganggu
Sangat rendahPada umumnya tidak terjadi gerakan tanah

Cara menghitung. Zona bahaya tiap kabupaten/kota diambil dari indeks bahaya tanah longsor InaRISK BNPB: tinggi bila minimal 30% wilayahnya berkelas bahaya tinggi, menengah bila minimal 15% berkelas sedang atau tinggi. Curah hujan harian berasal dari model cuaca Open-Meteo di bagian wilayah yang paling rawan. Potensi menjadi tinggi bila zona bahaya tinggi diguyur hujan lebat (≥ 50 mm per hari dalam 3 hari ke depan, atau ≥ 100 mm dalam 3 hari terakhir), dan menengah bila hujannya sedang (≥ 20 mm per hari atau ≥ 50 mm dalam 3 hari). Cara ini mengikuti prinsip PVMBG, yaitu menumpangkan zona kerentanan gerakan tanah dengan curah hujan, tetapi dengan resolusi lebih kasar, sehingga tidak menggantikan peta resmi.