Lewati ke konten
0
Wilayah potensi tinggi
1
Wilayah potensi menengah
7
Kabupaten/kota di zona bahaya tinggi
21 mm
Hujan harian terlebat 3 hari ke depan · Kab. Kaimana
Status di halaman ini adalah indikasi yang dihitung otomatis dari zona bahaya longsor InaRISK dan prakiraan hujan model cuaca. Rujukan resmi adalah prakiraan wilayah potensi gerakan tanah bulanan PVMBG, Badan Geologi, serta arahan BPBD setempat.
Lihat seluruh Indonesia

Peta potensi gerakan tanah

Potensi tinggiPotensi menengahPotensi rendahPotensi sangat rendah Zona bahaya InaRISK rendah–tinggi Laporan warga

Titik diletakkan di bagian wilayah dengan bahaya longsor tertinggi, tempat curah hujan dihitung. Klik titik untuk detail. Arsiran zona bahaya bisa dimatikan di pojok kanan atas peta.

Kabupaten/kota rawan di Papua Barat

Grafik batang: hujan harian 3 hari terakhir dan prakiraan 3 hari ke depan (biru muda) di bagian wilayah yang paling rawan longsor.

Kabupaten/kotaPotensiZona bahayaHujan 3 hari laluHujan maks. 3 hari ke depanHujan harian
Kab. Kaimana Menengah Tinggi
59% wilayah bahaya tinggi
12 mm 21 mm
Sedang
Kab. Teluk Bintuni Rendah Tinggi
43% wilayah bahaya tinggi
23 mm 16 mm
Ringan
Kab. Manokwari Selatan Rendah Tinggi
69% wilayah bahaya tinggi
20 mm 14 mm
Ringan
Kab. Teluk Wondama Rendah Tinggi
67% wilayah bahaya tinggi
27 mm 14 mm
Ringan
Kab. Pegunungan Arfak Rendah Tinggi
94% wilayah bahaya tinggi
12 mm 6 mm
Ringan
Kab. Fak Fak Rendah Tinggi
34% wilayah bahaya tinggi
12 mm 5 mm
Ringan
Kab. Manokwari Rendah Tinggi
73% wilayah bahaya tinggi
20 mm 5 mm
Tidak/sangat ringan

Laporan warga: tanah longsor (30 hari)

Belum ada laporan longsor yang terverifikasi. Melihat retakan tanah, tebing runtuh, atau longsor di sekitar Anda? Laporkan di sini.

Kenali tanda dan selamatkan diri

Tanda awal gerakan tanah

  • Muncul retakan baru di tanah, dinding, atau lantai rumah; retakan makin lebar setelah hujan.
  • Pohon, tiang listrik, atau pagar miring; pintu dan jendela tiba-tiba sulit dibuka.
  • Mata air baru muncul atau air sumur dan rembesan lereng mendadak keruh.
  • Terdengar suara gemuruh atau kerikil berjatuhan dari tebing.

Saat hujan deras berjam-jam

  • Bila tinggal di lereng atau di bawah tebing, mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
  • Jauhi lembah sungai di kaki bukit: longsor bisa membendung sungai lalu jebol menjadi banjir bandang.
  • Hindari melintasi jalan di tebing curam saat dan sesaat setelah hujan lebat.

Kurangi risiko

  • Jangan memotong lereng tegak lurus atau membuat kolam dan sawah di atas lereng curam.
  • Tanam pohon berakar dalam, buat saluran air agar air hujan tidak meresap ke lereng.
  • Laporkan retakan baru ke pemerintah desa atau BPBD; hubungi 112 bila terjadi longsor.

Baca panduan: Gerakan Tanah: Kenali Tanda-tanda Longsor dan Cara Menyelamatkan Diri, Menghadapi Banjir dan Tanah Longsor

Arti tingkat potensi (PVMBG)

TinggiGerakan tanah dapat terjadi bila curah hujan di atas normal; gerakan tanah lama dapat aktif kembali
MenengahGerakan tanah dapat terjadi, terutama di lembah sungai, tebing jalan, atau lereng yang terganggu
RendahJarang terjadi gerakan tanah, kecuali pada lereng yang terganggu
Sangat rendahPada umumnya tidak terjadi gerakan tanah

Cara menghitung. Zona bahaya tiap kabupaten/kota diambil dari indeks bahaya tanah longsor InaRISK BNPB: tinggi bila minimal 30% wilayahnya berkelas bahaya tinggi, menengah bila minimal 15% berkelas sedang atau tinggi. Curah hujan harian berasal dari model cuaca Open-Meteo di bagian wilayah yang paling rawan. Potensi menjadi tinggi bila zona bahaya tinggi diguyur hujan lebat (≥ 50 mm per hari dalam 3 hari ke depan, atau ≥ 100 mm dalam 3 hari terakhir), dan menengah bila hujannya sedang (≥ 20 mm per hari atau ≥ 50 mm dalam 3 hari). Cara ini mengikuti prinsip PVMBG, yaitu menumpangkan zona kerentanan gerakan tanah dengan curah hujan, tetapi dengan resolusi lebih kasar, sehingga tidak menggantikan peta resmi.